Showing posts with label ODMK. Show all posts
Showing posts with label ODMK. Show all posts

Monday, December 31, 2012

Pasung Parigi

Antara Sakit Jiwa, Kemiskinan dan Ketidakberdayaan


Sambil menenteng sapu lidi yang baru saja dipakai untuk membersihkan kotoran ayam yang berceceran di dekat rongsokan mobil di halaman rumahnya, Rokayah (52), ibunda Toni (31), memberi isyarat agar anak lelakinya yang sedang telanjang untuk segera memakai sarung ketika melihat saya memasuki pekarangan rumahnya. Meski kelihatan kerepotan karena tangan kanan  dan kedua kaki Toni dipasung dengan rantai besi yang ditambatkan pada sepotong besi bekas rel kereta, ia tetap berusaha melilitkan sarung berwarna hijau kotak-kotak itu hingga menutupi auratnya.

Friday, May 4, 2012

Sugriyah

Pengabdian Seorang Istri Untuk Suami yang Gangguan Jiwa

 
Sugriyah terpaksa harus berpindah-pindah menginap dari tetangga yang satu ke tetangga berikutnya agar dapat tidur dengan tenang. Sudah puluhan tahun ia tak berani tidur di rumahnya sendiri karena takut dicelakai oleh suaminya yang sakit jiwa. Pagi hari ia kembali ke rumah untuk menyiapkan kopi untuk suaminya sebelum Sugriyah berangkat kerja sebagai buruh tani di sawah-sawah tetangga. Ia mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga tetapi sekaligus seorang istri yang hidup dalam ketakutan.

Friday, April 13, 2012

ODMK

ODMK adalah singkatan dari Orang Dengan Masalah Kejiwaan. Saya tidak tahu siapa yang mencetuskan istilah ini tetapi rupanya sudah sangat diterima dan dimengerti oleh banyak kalangan. Istilah ini banyak digunakan oleh para pemerhati, organisasi dan para pihak yang terlibat dalam aktivitas kesehatan jiwa.

Sejak 15 tahun yang lalu saya kebetulan punya kesempatan berjumpa dengan ratusan ODMK, bukan hanya sekedar melihat, berpapasan atau sejenak bertemu, tetapi dalam komunikasi yang cukup intensif. Sebagai seorang suami yang beristrikan seorang yang mengidap Schizophrenia Paranoid, tentu hal ini bukan sesuatu yang aneh. Saya tak perlu mencari-cari mereka karena di setiap tempat dimana istri saya berobat atau dirawat, di sanalah saya bertemu mereka.